Wamentan Sudaryono Pimpin Tanam Padi Serentak 10.000 Hektare, Dorong Percepatan Swasembada Pangan
Rejang Lebong, (Radar Lembak) – Gerakan tanam padi serentak seluas 10.000 hektare (Ha) resmi digelar di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Kamis (9/4/2026). Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, melalui video conference (vidcon).
Pelaksanaan dipusatkan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Desa Sukarami, Kecamatan Kota Padang, yang menjadi salah satu titik penting dalam program percepatan pemanfaatan lahan pertanian baru.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini turut dihadiri berbagai unsur Forkopimda dan instansi terkait. Hadir di antaranya perwakilan Dandim 0409/Rejang Lebong, Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, Polres Rejang Lebong, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Bengkulu, Dinas Pertanian Kabupaten Rejang Lebong, Kepala Desa Sukarami, serta jajaran Satgas Brigade Pangan dan para penyuluh pertanian.
Dalam sambutannya, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa gerakan tanam serentak ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mengoptimalkan lahan hasil program CSR guna meningkatkan produksi padi nasional.
“Gerakan ini adalah langkah nyata untuk mempercepat pemanfaatan lahan hasil program CSR guna meningkatkan produksi padi nasional. Target masif 10.000 hektare difokuskan sebagai percepatan tanam di berbagai provinsi untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan petani dalam mendukung keberhasilan program ini. Selain itu, penggunaan teknologi modern seperti traktor dan drone turut didorong guna meningkatkan efisiensi dan percepatan proses tanam.
Menurutnya, optimalisasi lahan menjadi kunci utama agar setiap potensi pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal. Gerakan ini sendiri merupakan bagian dari strategi nasional yang dilaksanakan di 17 provinsi dalam rangka memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib hingga pukul 11.30 WIB. Diharapkan, lahan CSR yang telah disiapkan dapat segera dimanfaatkan secara optimal guna mendukung ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. (Mawid)


















