Reses DPRD Sumsel Dapil VIII, Serap Aspirasi Pelajar hingga Bahas Kenakalan Remaja
Lubuk Linggau, (Radar Lembak) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Daerah Pemilihan (Dapil) VIII kembali melaksanakan Reses Masa Sidang IV Tahun 2025 di wilayah pemilihannya, yang meliputi Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara, Jumat (17/10/2025).
Koordinator Reses, Bembi Perdana (PKS), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momen penting bagi anggota dewan untuk kembali turun langsung ke masyarakat dan mendengarkan aspirasi warga.
“Bahasa sederhananya, kami ini ‘balik kampung’. Lewat reses, kami datang untuk mendengar keluh kesah warga, termasuk dari adik-adik pelajar dan para guru,” ujar Bembi.
Dalam kesempatan itu, Bembi juga menegaskan tiga fungsi utama DPRD, yakni fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Menurutnya, DPRD memiliki peran strategis dalam menyusun dan mengesahkan peraturan daerah bersama gubernur, membahas serta menyetujui APBD, dan memastikan pelaksanaan kebijakan pemerintah berjalan sesuai aturan.
Sesi dialog berlangsung interaktif. Beberapa siswa dari SMA Negeri 1 Lubuklinggau tampak antusias menyampaikan pandangannya.
Vicky Wardana, finalis Olimpiade Sains, menanyakan langkah konkret peningkatan kualitas pendidikan.

Inayah, siswi kelas XII, mengusulkan perbaikan fasilitas laboratorium sekolah.
Sedangkan Segentar Alam dari kelas XI menyoroti perlunya solusi terhadap masalah kenakalan remaja.
Menanggapi hal itu, Rita Suryani (PDIP) mengakui bahwa kualitas pendidikan di Sumsel masih menghadapi tantangan.
“Masih ada ketimpangan fasilitas, terutama di daerah pedesaan, serta kurangnya pelatihan bagi guru. Namun, pemerintah terus berupaya memperbaiki mutu pendidikan dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Rica Novlianty (Gerindra) menekankan pentingnya peningkatan fasilitas laboratorium sekolah.
“Laboratorium yang baik harus memiliki sistem penyimpanan dan pengelolaan yang sesuai standar Good Laboratory Practices (GLP) agar siswa dapat belajar secara maksimal,” jelasnya.
Adapun M. Al Amin (Golkar) menyoroti persoalan kenakalan remaja.
“Pencegahan harus dimulai dari keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Jika masalah berlanjut, pendekatan profesional seperti konseling juga penting dilakukan,” tuturnya.
Kegiatan reses kali ini menunjukkan wajah baru demokrasi yang lebih dekat dengan dunia pendidikan. Para siswa tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para wakil rakyat.
Melalui kegiatan seperti ini, DPRD Sumsel berharap dapat terus memperkuat jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, agar setiap kebijakan yang dilahirkan benar-benar berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. (Mawid)























