Puluhan Tahun Warga Dusun 3 Belumai II Menanti Jalan Mulus
Rejang Lebong, (Radar Lembak) – Puluhan tahun lamanya warga Dusun 3, Desa Belumai II, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, harus menggunakan jalan lingkungan milik Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang kondisinya belum mendapatkan perbaikan secara permanen.
Jalan sepanjang kurang lebih 2 kilometer dengan lebar sekitar 3 meter tersebut merupakan akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari mengangkut hasil pertanian, pergi ke sekolah, hingga menuju perkebunan.
Namun, kondisi jalan yang semakin memburuk membuat warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan melakukan pembangunan secara permanen.
Salah seorang warga Dusun 3, Dardi atau yang akrab disapa Pejo (68), saat ditemui di kediamannya pada Minggu (27/9/2026), mengatakan bahwa di wilayah tersebut terdapat sekitar 73 Kepala Keluarga (KK).
“Kalau jumlah warga yang tinggal di sini dihitung, tentunya cukup banyak. Kami sudah lama merasakan kondisi jalan seperti ini,” jelas Dardi.
Menurutnya, persoalan utama yang dirasakan masyarakat setiap hari adalah kondisi akses jalan sepanjang 2 kilometer tersebut yang hingga kini belum kunjung diperbaiki secara permanen oleh pemerintah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rejang Lebong.
Dardi menjelaskan, jalan tersebut sudah dibuka sejak tahun 1995. Kemudian pada tahun 2009 pernah dilakukan perbaikan berupa pengerasan. Namun, hingga saat ini belum ada pembangunan permanen dengan pengaspalan hotmix.
“Jalan ini sudah dibuka sejak tahun 1995. Tahun 2009 memang pernah dilakukan pengerasan, tetapi sampai sekarang belum juga ada perbaikan permanen dengan aspal hotmix,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2018 warga sempat mendapatkan informasi bahwa akses jalan di Dusun 3 tersebut akan dibangun dan diaspal hotmix. Namun, rencana tersebut akhirnya dialihkan ke lokasi lain.
“Pada tahun 2018 kami sempat mendapat angin segar bahwa jalan di Dusun 3 ini akan dibangun dengan aspal hotmix. Namun sangat disayangkan, program pembangunan tersebut akhirnya dialihkan ke tempat lain,” ungkapnya.
Akibat belum adanya perbaikan permanen, kondisi jalan hingga kini masih menjadi persoalan bagi masyarakat. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi berlumpur dan dipenuhi genangan. Sementara ketika musim kemarau, debu dari jalan masuk ke rumah-rumah warga.
Dardi berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, khususnya Dinas PUPR dan DPRD Kabupaten Rejang Lebong dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, dapat memperjuangkan pembangunan jalan tersebut.
“Kami berharap Dinas PUPR dan DPRD Kabupaten Rejang Lebong, khususnya anggota DPRD dari Dapil 3, dapat memperjuangkan agar jalan sepanjang 2 kilometer ini segera dibangun dan diaspal hotmix. Jalan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat,” harap Dardi. (Mawid)


















