Pemdes Periang Ajukan Tiga Proposal Strategis Saat Musrenbang SBI
Rejang Lebong, (Radar Lembak) –
Momentum Musyawarah Rencana Pembangunan Tingkat Kecamatan (Musrenbang-Cam) di Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada Rabu (4/2/2026) kemarin benar-benar dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Periang.
Hal tersebut terlihat dari langkah Sekretaris Desa (Sekdes) Periang yang secara langsung menyerahkan tiga buah proposal pembangunan dalam forum Musrenbang tersebut.

Adapun proposal yang diajukan, yakni permohonan pembangunan jalan hotmix dari Desa Periang menuju Desa Lubuk Tunjung dengan panjang 2.500 meter dan lebar 5 meter, dengan nomor proposal 140/013/PRG/1/2026.

Selanjutnya, proposal perbaikan lantai jembatan Sungai Beliti dengan panjang 60 meter dan lebar 4 meter, bernomor 140/015/PRG/1/2026, serta proposal program bedah rumah sebanyak 55 unit dengan nomor 140/015/PGR/1/2026.

Ketiga proposal tersebut diajukan untuk ditindaklanjuti di tingkat Kabupaten Rejang Lebong melalui Musrenbang.
Proposal tersebut langsung diterima oleh Desi Erlianti, selaku Kabid Sosial Pelayanan Dasar Bappeda Kabupaten Rejang Lebong, yang disaksikan langsung oleh pihak Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI) serta beberapa pejabat lainnya yang hadir dalam Musrenbang-Cam tersebut.
Sekretaris Desa Periang, Rangga Dwi Ragussman, saat ditemui di kediamannya pada Jumat (6/2/2026), menjelaskan bahwa pihaknya memang sengaja membawa proposal tersebut pada momentum Musrenbang-Cam tingkat Kecamatan SBI.
“Memang benar, pada Musrenbang-Cam kemarin kami sengaja menyerahkan proposal kepada pihak Bappeda guna menindaklanjuti permasalahan yang ada di Desa Periang,” jelasnya.
Permasalahan tersebut meliputi kondisi jembatan Sungai Beliti yang berada di tengah desa, jalan penghubung antara Desa Periang menuju Desa Lubuk Tunjung, serta kebutuhan program bedah rumah bagi masyarakat.
Dengan telah diserahkannya proposal tersebut, ia berharap adanya tindak lanjut dari pihak terkait. “Minimal tidak ada lagi alasan bahwa pihak Bappeda belum menerima proposal,” harapnya. (Mawid)


















