Beranda Rejang Lebong Padi Usia Dua Bulan Terancam Gagal Panen, 5 Hektare Sawah di Belumai I Dilanda Kekeringan
Rejang Lebong

Padi Usia Dua Bulan Terancam Gagal Panen, 5 Hektare Sawah di Belumai I Dilanda Kekeringan

Rejang Lebong, (Radar Lembak) – Kekeringan yang melanda areal persawahan di Kampung Baru, Desa Belumai I, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, mengancam hasil panen petani. Sedikitnya 5 hektare lahan sawah yang saat ini ditanami padi berusia sekitar dua bulan mengalami kekurangan pasokan air dan terancam gagal panen.

Kondisi tersebut terlihat pada Rabu (3/6/2026), di mana sebagian besar lahan sawah mulai mengering dan retak akibat minimnya aliran air irigasi. Para petani mengaku kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi yang sedang memasuki masa pertumbuhan.

Salah seorang petani, Yancen S, mengatakan dirinya memiliki sekitar tiga perempat hektare sawah yang ditanami padi berusia dua bulan. Namun, tanaman yang diharapkan menjadi sumber penghasilan keluarga itu kini terancam tidak dapat dipanen akibat kekeringan.

“Kalau kondisi ini terus berlanjut, kami bisa gagal panen pada musim tanam kali ini. Pasokan air yang masuk ke sawah sangat minim, bahkan sepanjang saluran irigasi sudah banyak yang kering,” ujarnya.

Menurut Yancen, kondisi tersebut diperparah dengan masuknya musim kemarau. Lahan persawahan di wilayah itu sebagian besar hanya mengandalkan pasokan air hujan dan saluran irigasi yang kondisinya sudah rusak.

Akibat minimnya ketersediaan air, banyak petani mulai mengalihkan lahan mereka dari tanaman padi ke tanaman hortikultura yang dinilai lebih tahan terhadap kondisi kering, seperti kacang panjang, mentimun, cabai, dan berbagai jenis sayuran lainnya.

Yancen menambahkan, para petani sebenarnya telah berulang kali melakukan gotong royong memperbaiki saluran irigasi yang rusak. Berbagai upaya dilakukan, termasuk menutup titik-titik kebocoran dan tanggul yang jebol. Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama karena kerusakan kembali terjadi.

“Kami sudah sering gotong royong memperbaiki irigasi, menutup lubang yang bocor, tetapi tidak lama kemudian jebol lagi. Karena itu kami berharap ada perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait untuk memperbaiki saluran irigasi secara permanen,” harapnya.

Para petani berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan jaringan irigasi agar pasokan air kembali normal dan ancaman gagal panen yang menghantui petani dapat dihindari. (Mawid)

Sebelumnya

DPC PDIP Rejang Lebong Salurkan 400 Penerima PIP, Destiansyah: Bantu Ringankan Biaya Sekolah

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Radar Lembak
Alaku
Alaku