Hampir Sebulan Berlalu, Korban Angin Puting Beliung di Desa Merantau Belum Tersentuh Bantuan
Rejang Lebong, (Radar Lembak) – Korban angin puting beliung di Desa Merantau, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, hingga kini dikabarkan belum mendapat perhatian maupun bantuan dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Musibah yang terjadi pada 25 April 2026 sekitar pukul 20.00 WIB tersebut menimpa rumah milik Joni (36), warga Desa Merantau. Akibat kejadian itu, rumah korban mengalami kerusakan cukup parah sehingga terpaksa diperbaiki secara swadaya bersama keluarga dan warga sekitar.
Osia (64), orang tua Joni, mengatakan sejak kejadian hampir satu bulan lalu belum ada pihak dari pemerintah kabupaten yang datang untuk melihat langsung kondisi rumah anaknya.
“Sudah hampir satu bulan, belum ada sama sekali pihak pemerintah kabupaten yang datang melihat kondisi rumah anak saya,” ujar Osia saat ditemui di kediamannya, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, proses perbaikan rumah dilakukan secara gotong royong. Bantuan yang diberikan warga berupa semen, pasir, batu bata hingga besi, sementara tenaga kerja berasal dari sanak saudara dan tetangga sekitar.
“Terpaksa gotong royong karena anak saya sekarang bersama istri dan cucunya tinggal di rumah saya setelah rumah mereka rusak diterjang angin puting beliung,” katanya.
Ia juga mengaku masih berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk membantu meringankan beban keluarga korban.
Sementara itu, Kepala Desa Merantau, Herman, membenarkan pihak desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kecamatan SBI untuk diteruskan ke tingkat kabupaten.
“Kami dari pihak desa sudah menyampaikan laporan pascakejadian kepada pihak kecamatan agar diteruskan ke kabupaten, supaya korban bisa mendapatkan bantuan,” ujar Herman.
Namun hingga saat ini, lanjutnya, belum ada tanda-tanda bantuan maupun kunjungan dari pihak terkait ke lokasi rumah korban.
“Harapan kami tentu ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap warga yang sedang terkena musibah,” tutupnya. (Mawid)


















