Fauzi Amro Buka Jalan UMKM Lubuk Linggau Masuk Rantai Pasok Pemerintah
Lubuk Linggau, (Radar Lembak) – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H. Fauzi Amro, M.Si, mendorong ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Lubuk Linggau meningkatkan kapasitas usaha agar mampu masuk ke dalam rantai pasok pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui E-Katalog LKPP.
Dorongan tersebut disampaikan Fauzi dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kota Lubuk Linggau, Rabu (13/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional, Dwi Rahayu Eka Setyowati.
Dalam kegiatan tersebut, terungkap potensi UMKM Lubuk Linggau cukup besar dan menjadi salah satu kekuatan penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam materi LKPP, pertumbuhan ekonomi Kota Lubuk Linggau pada 2025 mencapai 4,94 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 4,62 persen. Sektor perdagangan menjadi salah satu sektor terbesar dalam struktur perekonomian kota.
Besarnya kontribusi perdagangan menunjukkan bahwa aktivitas pelaku UMKM memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian daerah.
Karena itu, pembinaan UMKM dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada bagaimana masyarakat memulai usaha. Lebih dari itu, pelaku usaha harus didorong agar mampu berkembang, meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar.
Data dari Layanan Smart Service Direktori UMKM Pemerintah Kota Lubuk Linggau yang diakses pada Agustus 2026 mencatat terdapat 9.121 UMKM terdaftar dengan sekitar 10.123 pekerja.
Dari berbagai jenis usaha yang berkembang, sektor makanan dan minuman menjadi yang paling dominan. Sekitar 42 persen UMKM terdaftar bergerak di bidang makanan dan minuman.
Kondisi tersebut menggambarkan besarnya potensi ekonomi masyarakat sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Pembinaan UMKM ke depan perlu diarahkan dari sekadar membantu masyarakat “memulai usaha” menjadi peningkatan kapasitas agar produk lokal mampu masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar pemerintah.
Dengan jumlah UMKM mencapai ribuan unit dan menyerap lebih dari 10 ribu pekerja, penguatan akses pemasaran, peningkatan kualitas produk serta kesiapan mengikuti mekanisme pengadaan pemerintah menjadi langkah penting untuk mendorong UMKM Lubuk Linggau naik kelas.
Peluang UMKM untuk masuk ke pasar pemerintah juga sangat besar. Secara nasional, hingga 6 Juli 2026, anggaran belanja pengadaan barang/jasa mencapai Rp970,25 triliun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp873,31 triliun telah diumumkan melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Sementara sekitar Rp390,57 triliun direncanakan untuk produk Usaha Mikro, Kecil dan Koperasi.
Angka tersebut menunjukkan bahwa ruang pasar bagi UMK sebenarnya tersedia sangat luas. Tantangannya adalah bagaimana memastikan pelaku usaha memiliki kapasitas dan kesiapan untuk mengubah peluang tersebut menjadi transaksi nyata.
“Ruang pasarnya sangat luas. Yang perlu kita dorong adalah kesiapan usaha agar peluang tersebut benar-benar menjadi transaksi,” ujar Fauzi.
Menurut Fauzi, momentum pertumbuhan ekonomi Lubuk Linggau yang mencapai 4,94 persen harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor perdagangan dan UMKM sebagai salah satu motor utama perekonomian daerah.
Ia juga mendorong pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memberikan pendampingan secara berkelanjutan, terutama dalam hal legalitas usaha, digitalisasi, kualitas produk, standardisasi, permodalan hingga pemahaman terhadap mekanisme pengadaan pemerintah.
“UMKM adalah urat nadi perekonomian daerah kita. Jangan pernah merasa kecil atau takut bersaing dengan korporasi besar di era digital,” tegas Fauzi.
Ia berharap semakin banyak produk asli Lubuk Linggau dapat masuk ke E-Katalog dan terserap dalam belanja pemerintah.
“Kehadiran E-Katalog LKPP adalah karpet merah yang dihamparkan negara agar produk-produk asli wong Lubuk Linggau dan Sumatera Selatan bisa dibeli langsung oleh pemerintah. Manfaatkan peluang emas APBD ini, terus naik kelas, dan jadilah tuan rumah di daerah sendiri,” pungkasnya. (Mawid)



















