Beranda Rejang Lebong DPRD Rejang Lebong Kecewa, Dinas Terkait Dinilai Lambat Tangani Korban Puting Beliung di Desa Merantau
Rejang Lebong

DPRD Rejang Lebong Kecewa, Dinas Terkait Dinilai Lambat Tangani Korban Puting Beliung di Desa Merantau

Rejang Lebong, (Radar Lembak) – Anggota DPRD Rejang Lebong dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Beni Sanjaya, akhirnya angkat bicara terkait kondisi warga Desa Merantau, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), yang rumahnya rusak akibat diterjang angin puting beliung pada 25 April 2026 sekitar pukul 20.00 WIB lalu.

Hingga kini, korban yang diketahui bernama Joni (36) disebut belum mendapatkan perhatian maupun bantuan dari pihak Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Sejumlah instansi seperti Dinas Sosial, BPBD, Baznas, hingga Bagian Kesra dinilai lambat merespons musibah tersebut.

Hal itu disampaikan Beni Sanjaya pada Jumat (15/5/2026). Politikus Partai Demokrat tersebut mengaku prihatin dengan kondisi korban yang hingga saat ini masih menunggu uluran tangan pemerintah daerah.

Menurut Beni, pemerintah seharusnya bergerak cepat ketika ada masyarakat yang tertimpa musibah, terlebih kondisi keluarga korban memang dinilai layak untuk mendapatkan bantuan.

“Seharusnya pemerintah daerah cepat tanggap atas musibah yang menimpa keluarga kita di Desa Merantau, Kecamatan Sindang Beliti Ilir. Karena keluarga korban sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah,” ujar Beni.

Ia juga meminta dinas-dinas terkait segera turun langsung meninjau lokasi korban angin puting beliung agar dapat meringankan beban keluarga yang terdampak.

“Kalau kita lihat kondisi keluarga korban memang layak dibantu. Jadi saya minta dinas terkait segera turun ke lokasi, setidaknya bisa mengurangi beban keluarga korban,” tambahnya.

Lebih lanjut, Beni menegaskan bahwa masyarakat yang terkena musibah tentu berharap kepada pemerintah sebagai tempat mengadu dan mencari bantuan.

“Pada intinya kami selaku anggota DPRD dari Dapil III berharap pemerintah daerah lebih peka terhadap musibah yang terjadi di Desa Merantau. Kemana lagi masyarakat mau mengadu kalau bukan kepada pemerintah,” tegasnya.

Ia juga menyinggung slogan pemerintah daerah yang mengusung jargon “Bahagia dan Istimewa”. Menurutnya, jargon tersebut harus dibuktikan melalui kepedulian nyata kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Bagaimana masyarakat ingin merasa bahagia kalau ada warga terkena musibah tapi tidak direspons oleh dinas terkait. Apakah harus viral dulu baru ada pergerakan,” tutup Beni. (Mawid)

Sebelumnya

Hampir Sebulan Berlalu, Korban Angin Puting Beliung di Desa Merantau Belum Tersentuh Bantuan

Selanjutnya

Brigif TP 88/KBK dan Warga Belumai I Gotong Royong Pasang Bronjong Irigasi

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Radar Lembak
Alaku
Alaku