Beranda Rejang Lebong Warga SBI Pasang Spanduk Penolakan Rencana Perkebunan Sawit PTPN IV di Wilayah Lembak
Rejang Lebong

Warga SBI Pasang Spanduk Penolakan Rencana Perkebunan Sawit PTPN IV di Wilayah Lembak

Rejang Lebong, (Radar Lembak) – Penolakan terhadap rencana masuknya perkebunan kelapa sawit PTPN IV di lima kecamatan wilayah Lembak, Kabupaten Rejang Lebong, terus disuarakan masyarakat.

Terbaru, warga memasang spanduk yang berisi ajakan konsolidasi penolakan terhadap rencana perkebunan tersebut di Desa Suka Merindu, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Sabtu (3/10/2026).

Spanduk berukuran sekitar satu meter itu memuat tulisan undangan rapat konsolidasi penolakan terhadap rencana perkebunan kelapa sawit PTPN IV di wilayah Lembak.

Tokoh pemuda masyarakat Lembak, Ishak Burmasyah, membenarkan adanya pemasangan spanduk tersebut. Menurutnya, pemasangan spanduk merupakan salah satu bentuk penyampaian sikap masyarakat terhadap rencana perkebunan sawit.

“Iya, tadi sudah dipasang spanduk penolakan sekaligus undangan rapat konsolidasi terkait rencana perkebunan kelapa sawit PTPN IV,” ujar Ishak.

Dalam undangan tersebut, rapat konsolidasi dijadwalkan berlangsung pada Selasa (6/10/2026), pukul 14.00 WIB, di kediaman salah seorang tokoh masyarakat.

Menurut informasi yang dihimpun, penolakan masyarakat terhadap rencana perkebunan sawit tersebut dinilai bukan sekadar wacana. Sejumlah warga menyatakan akan mempertahankan tanah yang selama ini mereka kelola dan disebut sebagai tanah peninggalan nenek moyang.

Masyarakat juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak perkebunan kelapa sawit terhadap kondisi lingkungan, khususnya ketersediaan air di wilayah Lembak.

Mereka mengaku tidak ingin kondisi kekeringan semakin parah dan berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Bahkan, warga mengaitkan kekhawatiran tersebut dengan kondisi sejumlah lahan persawahan yang disebut sudah mengalami gagal tanam akibat keterbatasan air.

Warga juga meminta agar pengalaman terkait perkebunan sebelumnya, termasuk yang mereka sebut sebagai persoalan di kawasan perkebunan PT Bumi Mega Sentosa, tidak kembali terjadi di wilayah Lembak.

Bagi masyarakat yang menolak, persoalan lahan dan ketersediaan air menjadi salah satu alasan utama mereka menyatakan sikap. Mereka menegaskan tidak ingin mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk bujukan atau tawaran dari pihak luar.

Sementara itu, Bur Andam mengatakan, dalam waktu dekat spanduk penolakan serupa akan dipasang di sejumlah wilayah kecamatan yang menyatakan penolakan terhadap rencana perkebunan sawit PTPN IV.

“Dalam waktu singkat, semua kecamatan yang menolak perkebunan kelapa sawit PTPN IV ini akan ada spanduk yang dipasang di depan rumah warga. Singkatnya, tidak ada harga tawar, kami menolak perkebunan,” tegas Bur Andam.

Hingga berita ini diturunkan, sikap penolakan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui tokoh masyarakat dan warga setempat. (Mawid)

Sebelumnya

DPRD Rejang Lebong Minta Dikbud dan Inspektorat Tindak Tegas Dugaan Perselingkuhan Oknum Kepsek

Selanjutnya

Mantan Dewan Pendidikan Bengkulu Soroti Dugaan Perselingkuhan, Minta Kasus Oknum Kepsek Diusut Tuntas

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Radar Lembak
Alaku
Alaku