Reses DPRD Sumsel Serap Aspirasi Pendidikan di Bumi Silampari, Fasilitas Sekolah hingga Kesejahteraan Guru Jadi Sorotan
Lubuk Linggau, (Radar Lembak) – Anggota DPRD Sumatera Selatan Daerah Pemilihan VIII yang meliputi Kabupaten Musi Rawas, Lubuk Linggau, dan Musi Rawas Utara melaksanakan kegiatan reses dengan menitikberatkan perhatian pada sektor pendidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyerap langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah menengah atas yang menjadi ujung tombak pembentukan generasi muda.
Kunjungan kerja tersebut dilakukan ke sejumlah SMA di wilayah Bumi Silampari sebagai bentuk pendekatan langsung antara wakil rakyat dengan tenaga pendidik dan peserta didik. Melalui dialog terbuka, para legislator menggali berbagai persoalan yang dihadapi sekolah, mulai dari keterbatasan sarana prasarana, kebutuhan ruang penunjang, hingga kesejahteraan tenaga pengajar.
Reses ini dikoordinatori oleh Elvaria Novianti dari Fraksi PKB bersama sejumlah anggota lainnya. Mereka mengunjungi enam sekolah secara bergiliran untuk memastikan aspirasi yang disampaikan benar-benar berasal dari kondisi riil di lapangan yang berlangsung dari 10 hingga 16 Februari 2026.
“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan sekolah tidak hanya terdengar di atas kertas, tetapi benar-benar kami lihat dan dengar langsung dari para guru dan kepala sekolah,” ujar Elvaria dalam salah satu pertemuan.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum penting bagi anggota dewan untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebutuhan masyarakat. Sektor pendidikan dipilih sebagai fokus karena dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Dalam dialog bersama pihak sekolah, berbagai usulan mengemuka. Kepala SMA Negeri 3 Lubuk Linggau, Fahrudin, menyampaikan perlunya pembangunan lahan parkir khusus bagi guru guna menunjang kenyamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
Selain itu, pihak sekolah juga berharap adanya percepatan realisasi gaji bagi guru P3K paruh waktu yang hingga kini masih dinantikan. Aspirasi lain datang dari guru P3K penuh waktu yang mengusulkan adanya tunjangan beras, sebagaimana yang diterima oleh guru berstatus PNS.
“Kami berharap ada kesetaraan perhatian terhadap guru P3K. Tugas dan tanggung jawab kami sama, yaitu mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa,” ungkap Fahrudin.
Para tenaga pendidik menilai peningkatan kesejahteraan akan berdampak langsung pada motivasi kerja dan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan dukungan fasilitas dan hak yang memadai, guru dapat lebih fokus menjalankan peran strategisnya dalam membangun karakter serta kompetensi siswa.
Sementara itu, para anggota dewan menyatakan bahwa seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan pembahasan dalam perencanaan program dan penganggaran daerah. Aspirasi tersebut akan dikaji sesuai skala prioritas agar dapat direalisasikan secara bertahap.
“Apa yang disampaikan hari ini akan kami bawa ke meja pembahasan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, sehingga harus mendapat perhatian serius,” tambah Elvaria.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, legislatif, dan pihak sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kehadiran wakil rakyat secara langsung di lingkungan sekolah juga diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dunia pendidikan di wilayah Musi Rawas, Lubuk Linggau, dan Musi Rawas Utara. (Mawid)























