PUPR Lubuk Linggau Turun, Warga Tetap Patungan: Jembatan Sungai Kelingi Belum Beres
Lubuk Linggau (Radar Lembak) – Perbaikan jembatan Sungai Kelingi di Kelurahan Kayuara, Kota Lubuk Linggau, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, perbaikan yang sebelumnya dilakukan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lubuk Linggau dinilai warga belum menyelesaikan kerusakan jembatan secara menyeluruh.
Tak ingin akses mereka semakin membahayakan, warga akhirnya memilih turun tangan. Mereka menggalang dana secara sukarela dari para pengguna jembatan untuk melanjutkan perbaikan secara swadaya.
Pengumpulan dana tersebut dikoordinir oleh sejumlah warga, yakni Kopri, Sukri, Indau, Acun dan Apok. Hingga Sabtu (12/9/2026), dana yang terkumpul mencapai Rp7,9 juta dan telah digunakan untuk membeli berbagai material perbaikan.
Sukri, selaku koordinator swadaya perbaikan jembatan, mengatakan persiapan material maupun perlengkapan saat ini hampir rampung.
“Hari ini sudah terkumpul dana sebesar Rp7,9 juta dan sudah kami belikan bahan untuk perbaikan. Besok dipastikan kami laksanakan perbaikan jembatan,” ujar Sukri, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, beberapa hari sebelumnya memang ada tim dari Dinas PUPR Kota Lubuk Linggau yang datang melakukan perbaikan. Namun, warga menilai pekerjaan tersebut hanya dilakukan pada beberapa titik sehingga belum menyelesaikan kondisi jembatan secara keseluruhan.
“Memang ada orang PU melakukan perbaikan kemarin, namun hanya di beberapa titik saja. Hanya membawa satu lembar besi plat dan mereka memakai besi bekas di sekitar lokasi. Jadi, menurut kami belum menyelesaikan permasalahan secara utuh,” lanjut Sukri.
Kondisi tersebut membuat warga mengambil inisiatif sendiri. Mereka mengumpulkan uang dari para pengguna jembatan demi memastikan akses yang menjadi jalur penting masyarakat tersebut tetap dapat digunakan dengan lebih aman.
Material yang telah disiapkan warga antara lain empat buah plat kembang, enam batang besi 8 KS, dua batang besi siku, satu batang pipa besi, empat kotak kawat las, dua buah pahat besi, satu meteran, 20 mata gerinda, serta sejumlah perlengkapan lainnya.
Langkah swadaya ini sekaligus menjadi pertanyaan bagi pemerintah daerah, mengapa warga harus kembali patungan untuk menyelesaikan perbaikan infrastruktur yang sebelumnya telah ditangani oleh instansi terkait.
Warga berharap PUPR Kota Lubuk Linggau tidak hanya melakukan perbaikan secara parsial, tetapi memastikan kondisi jembatan diperiksa dan ditangani secara menyeluruh demi keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jembatan tersebut. (Tim)


















