Fauzi Amro Serukan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan, Bahas Tantangan Fiskal dan Arah Politik Nasional
Palembang (Radar Lembak) – Momentum Ramadhan dimanfaatkan Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, untuk mengajak masyarakat memperkuat solidaritas sosial, khususnya dengan meningkatkan perhatian terhadap anak yatim sebagai bentuk rasa syukur dan upaya menebar keberkahan.
Ajakan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama masyarakat di Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Minggu (1/3/2026).
Dalam suasana kebersamaan itu, Fauzi menekankan bahwa berbagi dengan anak yatim bukan hanya bernilai sosial, tetapi juga memiliki keutamaan spiritual yang besar.
“Berbuka sendiri hanya mendapat satu keberkahan. Tetapi berbuka bersama anak yatim, kita mendapatkan pahala berlipat sekaligus kebahagiaan berbagi. Karena itu jangan ragu untuk peduli,” ujarnya.
Ia berharap ibadah puasa yang dijalankan masyarakat dapat membawa keberkahan, sekaligus mempererat kepedulian antarsesama di tengah kondisi sosial ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Selain pesan keagamaan, Fauzi juga menyinggung dinamika politik nasional, termasuk wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah yang hingga kini masih menunggu kepastian regulasi.
Menurutnya, skema pemilihan gubernur ke depan masih terbuka kemungkinan, baik melalui pemilihan langsung oleh rakyat, mekanisme DPRD, maupun sistem lain yang ditetapkan pemerintah.
“Kita masih menunggu format pemilu ke depan. Semua tentu mengikuti aturan yang nantinya diputuskan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa arah koalisi politik akan mengikuti kebijakan partai, dengan peluang kerja sama lintas partai tetap terbuka.
Dalam kapasitasnya di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan, Fauzi turut menyoroti sejumlah program prioritas nasional seperti penanganan stunting, ketahanan pangan dan energi, serta pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan dukungan anggaran besar.
Ia mengingatkan bahwa belanja negara yang meningkat harus diimbangi optimalisasi pendapatan, khususnya dari sektor perpajakan.
“Pendapatan negara, terutama pajak, masih belum maksimal. Dampaknya defisit anggaran meningkat dan ruang fiskal menjadi lebih terbatas,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi memengaruhi alokasi Transfer ke Daerah (TKD) karena pemerintah pusat harus menyesuaikan belanja dengan kemampuan keuangan negara.
Menanggapi dinamika internal partai dan perpindahan kader yang belakangan menjadi perhatian publik, Fauzi menilai hal tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, ia memastikan komitmen partainya tetap solid dalam memperkuat kerja politik dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur lingkungan untuk terus menjaga kebersamaan serta memastikan tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
“Jangan sampai ada anak bangsa yang kekurangan makan atau mengalami stunting. Itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Mawid)























