Beranda Rejang Lebong P2SP Pertanyakan Fungsi dan Keterlibatan dalam Proses Revitalisasi Sekolah
Rejang Lebong

P2SP Pertanyakan Fungsi dan Keterlibatan dalam Proses Revitalisasi Sekolah

Rejang Lebong, (Radar Lembak) – Program revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 63 dan SDN 94 Kabupaten Rejang Lebong diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga mendukung proses belajar mengajar yang lebih nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Efendi, sebelumnya menjelaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi sekolah melibatkan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) bersama pihak komite dan dilaksanakan secara swakelola.

Menurut Zakaria, proses pembangunan revitalisasi tersebut diserahkan kepada P2SP sesuai dengan ketentuan pelaksanaannya.

Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, muncul sejumlah pertanyaan terkait sejauh mana keterlibatan dan fungsi P2SP dalam proses pembangunan tersebut.

Salah seorang Ketua P2SP yang saat ini terlibat dalam pelaksanaan revitalisasi di salah satu sekolah di wilayah Lembak, berinisial S, mengaku belum sepenuhnya memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam proses pembangunan tersebut.

Hal itu disampaikannya saat ditemui di kediamannya, Kamis (23/9/2026). Ia meminta agar identitasnya tidak disebutkan dalam pemberitaan.

Menurut S, sejak pelaksanaan titik nol beberapa waktu lalu, pekerjaan revitalisasi di sekolah tersebut terus berjalan. Namun, dirinya mengaku masih mempertanyakan sejauh mana peran P2SP dalam pengadaan maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Saya selaku ketua P2SP masih belum begitu mengetahui secara jelas mengenai status dan tugas saya dalam proses ini. Apakah hanya sebatas nama atau ada tugas lainnya, sampai saat ini saya belum mengetahui secara pasti,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai asal-usul sejumlah material bangunan yang digunakan dalam pekerjaan revitalisasi.

Salah satunya terkait material baja ringan yang saat ini mulai dipasang oleh pekerja. Menurutnya, material tersebut tiba di lokasi sekolah tanpa dirinya mengetahui secara pasti dari mana pengadaan barang tersebut dilakukan.

“Untuk material bangunan, saya tidak mengetahui secara pasti dari mana didatangkan. Tiba-tiba barang sudah ada di lokasi sekolah,” katanya.

Ia menyebutkan, material baja ringan yang telah berada di lokasi berjumlah sekitar 350 batang dengan ukuran C75, sedangkan material reng diperkirakan sebanyak 200 batang.

Selain persoalan material, S juga mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima dokumen teknis yang dapat menjadi pedoman secara jelas dalam pelaksanaan pekerjaan.

Menurutnya, pihak pelaksana di lapangan hanya mendapatkan gambar umum, sementara dokumen seperti gambar teknis yang lengkap maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) belum diketahuinya.

“Kami hanya diberikan gambar umum. Untuk gambar teknis yang lebih jelas dan RAB, sejauh ini saya belum mengetahui atau melihatnya,” ungkapnya. (Mawid)

Sebelumnya

Koramil, Polsek dan Damkar PUT Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan 1 Hektare

Selanjutnya

Masyarakat Lembak Bersatu Tolak Rencana PTPN IV Bangun Kebun Sawit 6.000 Hektare

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Radar Lembak
Alaku
Alaku