Beranda Rejang Lebong Kadis Dikbud Rejang Lebong Hadiri Langsung Titik Nol Revitalisasi SD 63 Belumai 2
Rejang Lebong

Kadis Dikbud Rejang Lebong Hadiri Langsung Titik Nol Revitalisasi SD 63 Belumai 2

Rejang Lebong, (Radar Lembak) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Jakaria Efendi, hadir langsung dalam pelaksanaan titik nol program revitalisasi SD Negeri 63 Rejang Lebong, yang berada di Desa Belumai 2, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Rabu (9/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Jakaria Efendi didampingi Kabid Pembinaan Sekolah Dasar (SD). Turut hadir Plt Kepala SD Negeri 63 Rejang Lebong Rohayati, S.Pd.SD., Kepala Desa Belumai 2 Kasmiati, Ketua Komite Sekolah Sunarso, perwakilan Koramil, Polsek PUT, pihak Kecamatan PUT, serta masyarakat Desa Belumai 2.

Plt Kepala SD Negeri 63 Rejang Lebong, Rohayati, S.Pd.SD., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong yang telah memberikan program revitalisasi bagi sekolah yang dipimpinnya.

“Atas nama SD Negeri 63, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Dikbud yang telah memberikan program revitalisasi di sekolah kami,” ujar Rohayati.

Menurutnya, pembangunan tersebut sangat bermanfaat dalam menunjang proses belajar mengajar serta mendukung kemajuan sekolah ke depan.

Ia berharap revitalisasi dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih baik sehingga kegiatan pendidikan di SD Negeri 63 dapat berjalan semakin optimal.

Sementara itu, Saparyono yang mewakili pihak Kecamatan PUT mengatakan, pemerintah kecamatan turut mendukung pelaksanaan program revitalisasi tersebut.

“Kami dari Kecamatan ikut hadir dalam titik nol revitalisasi di SD Negeri 63 Desa Belumai 2. Terima kasih kepada pihak Dikbud yang telah memberikan bantuan revitalisasi ini,” katanya.

Saparyono menilai program tersebut sangat dibutuhkan karena sekolah tersebut sudah cukup lama belum mendapatkan rehabilitasi.

“Dengan adanya revitalisasi ini, kami berharap kualitas pendidikan di SD ini semakin meningkat dan lebih maju ke depannya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Jakaria Efendi, mengatakan kehadirannya secara langsung merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program revitalisasi di sekolah tersebut.

“Kita sengaja hadir di sekolah ini untuk melaksanakan titik nol pembangunan revitalisasi di SD Negeri 63 Rejang Lebong,” kata Jakaria.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan titik nol tersebut pihak sekolah diminta melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kepolisian, TNI, komite sekolah hingga masyarakat.

Menurutnya, pelibatan berbagai pihak tersebut penting agar masyarakat mengetahui secara terbuka bahwa sekolah tersebut mendapatkan program pembangunan revitalisasi.

“Supaya tidak ada lagi masyarakat yang tidak tahu bahwa di sekolah ini mendapatkan pembangunan,” tegasnya.

Jakaria menjelaskan, program revitalisasi tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Untuk Kabupaten Rejang Lebong, program revitalisasi telah berjalan dalam dua tahun. Pada 2025 terdapat sebanyak 36 sekolah yang mendapatkan program tersebut. Sedangkan pada 2026, terdapat 14 sekolah yang mendapatkan program revitalisasi, baik jenjang SD maupun SMP.

Ia berharap pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan manfaat bagi sekolah serta peserta didik.

“Harapan kita, dengan adanya titik nol ini, rencana pembangunan dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua,” ujarnya.

Jakaria juga menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan tersebut dilakukan secara swakelola, bukan melalui tender.

“Pembangunan ini bentuknya swakelola, tidak ada tender. Ini murni swakelola. Tolong kepada pihak sekolah dan pelaksana pembangunan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai RAB dan gambar yang ada,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta pelaksana pembangunan untuk selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengawas, sekolah dan tenaga kerja selama proses pembangunan berlangsung.

Jakaria juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat setempat dalam pekerjaan pembangunan.

“Tolong diberdayakan masyarakat di desa ini. Jangan sampai di desa ini banyak tukang bangunan, tetapi masyarakat sendiri malah mencari pekerjaan ke luar,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jakaria juga meminta jajaran kepolisian dan Koramil di wilayah Kecamatan PUT ikut melakukan pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.

Ia berharap pengawasan bersama dapat memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, transparan dan memberikan manfaat maksimal bagi sekolah maupun masyarakat sekitar. (Mawid)

Sebelumnya

Pemdes Ulak Tanding Salur BLT Tahap 3 Disertai Musdes Rembuk Stunting

Selanjutnya

Peringati Maulid Nabi, PKK dan Pemdes Balai Buntar Gelar Lomba Qasidah

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Radar Lembak
Alaku
Alaku