Tangis Haru Iringi Hendri Praja Terima SK Plt Bupati Rejang Lebong
Rejang Lebong, (Radar Lembak) – Prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri terkait penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong berlangsung penuh emosi dan haru, Sabtu (14/3/2025). Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri Hendri Praja, S.STp, M.Si, terlihat menitikkan air mata saat menerima mandat tersebut.
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Bengkulu. Agenda resmi tersebut berlangsung di Ruang Kerja Bupati Rejang Lebong dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, aparatur sipil negara (ASN), serta undangan lainnya.
Dari pantauan wartawan di lokasi, suasana haru menyelimuti ruangan ketika Hendri menyampaikan sambutannya. Beberapa kali ia harus menghentikan ucapannya karena menahan emosi. Suaranya terdengar bergetar saat berbicara di hadapan para tamu yang hadir.
Momen tersebut turut membuat sejumlah undangan larut dalam suasana haru. Beberapa di antaranya terlihat menundukkan kepala dan mengusap mata ketika menyaksikan Hendri menerima tanggung jawab sebagai Plt Bupati Rejang Lebong.
Penunjukan Hendri sebagai Plt Bupati dilakukan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan daerah setelah Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, tersandung kasus hukum.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menetapkan Muhammad Fikri Thobari sebagai tersangka dalam dugaan kasus suap terkait praktik ijon proyek di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena diduga melibatkan pengaturan fee dari sejumlah paket pekerjaan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Hendri menegaskan bahwa situasi yang sedang dihadapi pemerintah daerah tidak boleh mengganggu jalannya pelayanan kepada masyarakat.
“Situasi yang tengah dihadapi pemerintah daerah tidak boleh mengganggu jalannya pelayanan kepada masyarakat. Seluruh ASN di lingkungan Pemkab Rejang Lebong harus tetap bekerja profesional dan menjaga stabilitas pemerintahan. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” ujar Hendri.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas di internal pemerintahan agar program pembangunan daerah tetap berjalan meski di tengah dinamika yang sedang terjadi.
Penunjukan Plt Bupati ini merupakan langkah administratif dari pemerintah pusat guna memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di Kabupaten Rejang Lebong, sekaligus menjaga stabilitas birokrasi hingga proses hukum yang menjerat kepala daerah definitif selesai. (*)




















